300x250 AD TOP

Minggu, 11 Mei 2014

Tagged under:

Perjalanan Karaoke - Bag. 1


Langkahku sampai kerumah sepulang kuliah ternyata tidak membuat aku berhenti untuk beristirahat, saat pulang aku lihat ada om datang kerumah dan Mama dengan pakaian anggunnya.

Om       : Ikut gak andy ?
Andy    : Kemana ? ( dengan nada datar dan heran )
Om      : Ke mana aja, hehe... ke MM ( Mega Mal ), mama mau karaoke-an disana.

Pada saat itu juga otak aku menari-nari dan berfikir apakah suara mama nanti akan merusak nada yang indah. Entahlah....

Andy   : Tempat terbuka atau ter-tutup ?

Aku kembali bertanya, karena mengingatkan suatu hal yang mama tawarkan ingin karaoke di mall terbuka, Wah gak habis pikir aku membayangkan ada yang tersedak lagi makan atau minum, sakit kuping, dan bayangan lainya yang menghantui pikiran. Hadeeh nanti malah sepi tuh mall.

Mama  : Ditempat tertutup. ( jawab mama mendekat dan telah siap untuk berangkat )

Wah syukurlah, masih ada titik pencerahan. Kalau begini aku juga bisa ikut karaoke, hehe dan gda yang boleh tau dulu pemilik suara emas ini... ^_^ Emas Andy.

Ok setelah negosiasi berlangsung utk pergi mengenakan apa baru-lah tercapai hasil mufakat. Kita pergi naik Merci aja ( Merah kuaci ) sorry maksud aku kuasi. Karena qta gpunya mobil, mau naik motor si om gpunya sim, hmmm ya tak apalah sekali-sekali.

Langkah demi langkah aku berjalan lebih cepat dari ratu rumahan dan prajuritnya itu. Biar saja-lah mereka dalam benakku.

Om    : Eh andy, sini naik ini mau kemana lo kesono... ! Pie toh...

O_o hemm... baru aku tersadar aku gtau koaci mana yang ditumpangi, dan seharusnya aku berjalan dibelakang mereka.

Om    : Kasihan andy naik kuasi...

Andy  : Tak apalah, jadi ingat Almarhum nenek selalu pergi naik ini kemana-mana semasa kecil dulu.

Nenek sekarang hanya menjadi kenangan dalam mimpi yang indah, dulu ia adalah tulang punggung keluarga ini. Mungkin hanya doa yang bisa aku sampaikan sebagai balasan tanda terima kasih atas kasih dan sayangnya.

"JREENG, MISI BAPAK-IBU MINTA WAKTUNYA SEBENTAR, BERILAH SEDEKAH-NYA PAK-BU SERIBU, DUA RIBU TIDAK AKAN MENGURANGI UANG ANDA" Tutur seorang yang gak dikenal dengan tubuhnya yang dekil, kumel, bertato yang tiba-tiba hinggap di mersi milik si punya-nya bos supir.

Weleh-weleh pie toh, baru tau mersi jaman sekarang lagunya gak enak. mana berisik lagi. Dalam hati gondok melihat orang seperti ini, lalu aku beri saja lembaran-lembaran ribuan. ya maunya si lembaran handuk biar mandi tuh orang...

Dengan cukup banyaknya orang macam itu ternyata bukan 1 kali tapi berkali-kali. ya tau sendiri kalau gak di kasih ngancem.

"DARI PADA SAYA MENCOPET PAK, LEBIH BAIK SERIBU, DUA RIBUNYA PAK-BU..."

O_O Memang Confused jaman sekarang...! kalau aku gak kasih terus tuh orang jadi pencopet bahaya juga. ya sudahlah...

Perjalanan terasa membosankan dan mulai gak nyaman dengan keberadaan orang-orang seperti itu. lalu akhirnya sampai juga di MM... dalam benak w gda istilah Mega Mal, tapi karena belum makan istilah itu berganti menjadi Mau Makan... ya ya ya itu kata perut aku bukan kataku.

Right. Akhirnya terbalas juga penderitaan aku disana, yahuu... lebih adem dari pada mersi tadi.

OMG sesuatu.... !!! <to be continue>





0 komentar:

Posting Komentar